Sisi Penting Belajar Digital bagi Dunia Kesehatan

Sisi Penting Belajar Digital bagi Dunia Kesehatan

Oleh: Meilisa Puspita Handayani,

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (Magang & Studi Independen Bersertfikat/MSIB) telah membangun kemajuan digitalisasi dengan memberikan kebebasan belajar bagi mahasiswa. Tak hanya jurusan teknik informatika atau sistem informasi, namun juga memberikan kesempatan untuk jurusan di bidang kesehatan, salah satunya yakni jurusan Fisioterapi. Meilisa Puspita Handayani, mahasiswa D-IV Fisioterapi, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga turut serta dalam program yang dijalankan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaaan dan Teknologi Indonesia tersebut. Tercatat 122 mitra baik negeri maupun swasta dan 13.272 mahasiswa bergabung bersama MSIB Kampus Merdeka Batch 1. Pelaksanaan program seluruhnya dilakukan dalam jaringan (daring/online). Program ini memberikan hak kepada mahasiswa untuk melakukan konversi mata kuliah sebesar 20 SKS, tentunya disesuaikan dengan linier mata kuliah dan persetujuan ketua program studi.

Mahasiswa dapat memilih mitra manapun dan belajar secara mandiri dengan arahan mentor. Mahasiswa yang disapa Meilisa, memilih program yang bermitra dengan PT Global Progate Indonesia dengan belajar pengembangan web sederhana melalui Coding. Coding mengacu pada critical thinking, analytical thinking, dan kemandirian dalam problem solving. Program studi apapun berhak untuk belajar ilmu coding. Mata kuliah Digital Leadership through Coding dibentuk khusus bagi mahasiswa tanpa latar belakang digital/coding agar dapat memahami konsep teknologi. Course dan project dilaksanakan melalui berbagai materi ceramah, praktikum oleh para mentee yang pada dasarnya menumbuhkan passion dan kegemaran mahasiswa terhadap coding serta membuat produk atas perumusan solusi yang dihadapi baik sebagai pengguna (user), perusahaan dan negara dalam lingkup global (Progate, 2021).

Coding yang dipelajari adalah HTML& CSS, JavaScript, SQL dan Node.js. Mahasiswa diharapkan mampu secara paced learning dan berkelompok melaksanakan program sesuai jadwal kerja yang ditetapkan yaitu selama satu semester (6 September – 24 Desember 2021). Program ini dilaksanakan bersamaan dengan masa kegiatan belajar mahasiswa sesuai kampus masing-masing, sehingga mahasiswa harus memiliki manajamen waktu dengan baik. Hasil yang diperoleh dari program MSIB yakni mahasiswa mampu membuat halaman web berkelompok, membuat aplikasi web kalkulator, berlatih mandiri program SQL dan membuat apilkasi daftar melalui Node.js. Coding menjadi awalan bagi siapapun yang ingin belajar mengenai teknologi di bidang apapun, termasuk fisioterapi.

Digitalisasi kesehatan, utamanya Fisioterapi, banyak dikembangkan seiring dengan kemajuan pola pikir dan kebutuhan masyarakat yang serba efisien, seperti telemedicine, telehealth, telephysiotherapy, hingga medical tourism (pengembangan daerah menjadi wisata medis). Digitalisasi di lingkup fisioterapi telah dibahas di dalam International Network of Physiotherapy Regulatory Authorities oleh World Physiotherapy. Hasil konferensi yang diterbitkan pada tahun 2019 tersebut membahas pentingnya sistem kesehatan untuk meningkatkan kemampuan teknologi dan praktik digital (digital physical therapy practice), begitu pula sebaliknya. Hal ini kemudian menghasilkan regulasi hingga evidence base baru untuk panduan fisioterapis. Tujuan utama konsep digital ini adalah mendorong peningkatan akses layanan dan informasi serta mengatur sumber layanan kesehatan di seluruh dunia kepada pasien sebagai individu yang mendapatkan prosedur fisioterapi.

Sistem digital/coding sejatinya sudah lama diterapkan dalam banyak penelitian kualitatif dan kuantitatif dalam keilmuan fisioterapi, contoh paling sederhana adalah penggunaan Microsoft Excel sebagai database untuk memasukkan dan mengolah data hingga kemudian ditampilkan dan dianalisis ke dalam pembahasan sebuah manuscript (Merolli, et al., 2021), ditambah dengan pengembangan alat-alat penunjang fisioterapi seperti (EMG, dynamometer, treadmill modern, hingga unweighing system yang juga menggunakan sistem-sistem kode.

Problem solving fisioterapi sudah dipecahkan dengan menggunakan sistem coding yang terintegrasi dengan jaringan digital, agar antara tenaga medis atau multidisiplin dapat berkomunikasi satu sama lain mengenai data medis pasien menggunakan coding, yaitu International Classification of Functioning, Disability, and Health (ICF). Coding di dalam ICF berisi kode angka dan huruf didasarkan pada; 1) impairment (body structure; body function); 2) activity limitation; dan 3) participation restriction (personal factors; environmental factors). Fisioterapis dan interprofesional lain dapat menentukan diagnosis sesuai profesi masing-masing dengan membaca kode pada clinical software atau website guna mengakses ICF. Setiap negara mulai menyediakan National Provider Portal (NPP) untuk memberikan informasi keaktifan organisasi profesi dan persebaran data-data sebagai penilaian terhadap kualitas kesehatan suatu negara (Steiner, et al., 2002; Allied Health Professionals Australia, 2019).

Lingkup dunia digital yang kompleks menunjukkan bahwa dengan mempelajari ilmu coding, banyak cakupan yang dapat diraih. Peluang dalam dunia fisioterapi dapat diperoleh melalui peran digital/coding. Kolaborasi antarprofesi yang memiliki bermacam-macam latar belakang sangat dibutuhkan dalam era digitalisasi seperti yang tertera dalam silabus Studi Independen x PT. Global Progate Indonesia yang mana mahasiswa mengikuti course untuk mendalami topik-topik: 1) pemikiran digital (digital mindset); 2) design thinking dalam mencari solusi; 3) mengasah problem solving dan critical thinking melalui praktikum belajar pengembangan website; dan 4) mengambil keputusan berbasis analisis data. Tidak cukup hanya memberikan program pembelajaran yang inovatif, Kampus Merdeka juga menunjang dari segi finansial berupa uang saku bagi mahasiswa yang mengikuti program MSIB.

Digital leadership through coding sejauh ini memberikan pandangan baru bagi seorang mahasiswa akan pentingnya menjadi seorang leader atau pemimpin, minimal untuk diri sendiri karena coding secara menyeluruh berisi cara penemuan masalah, pemecahan masalah dan evaluasi yang bisa dikembangkan pada proses kerja yang membutuhkan lebih banyak keterampilan serta pemikiran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *