EXCHANGE KE BELANDA UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI DAN SERTIFIKASI MAHASISWA FISIOTERAPI FAKULTAS VOKASI UNIVERSITAS AIRLANGGA

Fakultas Vokasi Universitas Airlangga memberangkatkan 2 (dua) mahasiswa Program Studi DIV Fisioterapi untuk exchange ke Avans Hogeschool, Belanda pada 23 Agustus sampai 23 November 2018. Mahasiswa tersebut Firdausi Kahfi dan Dimas Aji Prayitno. Tujuan exchange kali ini adalah untuk mengikuti kegiatan Minor Program Pediatric Physiotherapy. 

Slama kurang lebih 3 bulan, mahasiswa mengikuti kelas internasional dari berbagai negara, di antaranya Italia, Spanyol, Belanda, Perancis, Inggris dan Republik Ceko.

Assesment Ball Bouncing pada perkembangan anak.

Banyak hal yang bisa mahasiswadapatkan disana, khususnya metode pembelajaran mengenai intervensi ke pasien. Di Eropa lebih menekankan untuk pendekatan secara fungsional atau  hands off, hal ini lebih dikarenakan masyarakatnya mempunyai kesadaran akan kesehatan lebih tinggi. Intervensi dengan hands on memang sangat diminimalisir, dengan memaksa mahasiswa untuk berkreasi dalam membuat program latihan pasien. Karena hampir 70% lulusan Fisioterapi di Belanda memilih untuk bekerja secara mandiri.

Program ini membuat mahasiswa dapat belajar tentang ilmu fisioterapi secara global. Oleh karena itu, harapannya kami dapat membawa dan memberi pengalaman kepada mahasiswa fisioterapi yang lain selepas melakukan exchange dari Belanda.

Presentasi dan mini workshop tentang Lesi Plexus Brachialis

Selain kuliah, tugas akhir disana juga mempresentasikan beberapa kasus. Salah satu kasus yang mahasiswa ambil adalah Lesi Plexus Brachialis dan Conginetal Dislocation of the Hip. Di samping menyampaikan paparan tentang kasus tersebut. Mahasiwa juga ditantang untuk melakukan mini workshop kepada pendengar, agar memberikan suasana aktif di dalam kelas.

Firdausi Kahfi, Dimas Aji Prayitno Dengan Rene A.G. selaku International Office Avans Hogeschool

Avans Hogeschool juga berharap pada tahun-tahun mendatang kerja sama ini terus berlanjut di mana Program Studi DIV-Fisioterapi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga tetap mengirimkan mahasiswanya ke Belanda; begitu juga sebaliknya. Hal ini diperlukan agar tetap membuka wawasan mahasiswa fisioterapi dan melihat ilmu fisioterapi secara global.

Ada beberapa output yang dihasilkan dari kegiatan ini, diantaranya adalah peningkatan kompetensi mahasiswa D-IV Fisioterapi Fakultas Vokasi UNAIR dengan mendapatkan sertifikasi keikutsertaan Minor Program Pediatric Physiotherapy. Selain itu, mahasiwa mendapatkan pengalaman gambaran penanganan fisioterapi pada kultur dan iklim budaya yang berbeda. Melalui pengalaman ini, mahasiswa berharap dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi setelah lulus kelak, tidak berhenti pada jenjang Pendidikan Diploma Diploma 4.

 

Penulis : Firdausi Kahfi Maulana / D-IV Fisioterapi
Editor : Fransiskalina Erfarenata, S.Tr.Kes
Pembimbing : Nuniek Nugrahaeni S., dr., SpKFR-K