POLI FISIOTERAPI RSUD DR. SOETOMO, SUMBER ILMU MAHASISWA UNAIR DAN MAHASISWA INBOUND DARI BELANDA

Pada tahun 1970 , Poliklinik Fisioterapi berhasil dibuka di Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya dan masih menjadi bagian dari Neuropsikiatri. Lima tahun kemudian, Fisioterapi bergabung dengan Unit Rehabilitasi di RSUD Dr. Soetomo yang membuatnya lebih mandiri.

Fisioterapi sendiri merupakan pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan/atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak-fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisis, elektroterapeutik, mekanik, pelatihan fungsi, dan komunikasi). (Peraturan Menteri Kesehatan, No. 80, 2013).

Menurut Pak Ftr. Kajad, SST.Ft. Selaku Koordinator Fisioterapi RSUD dr. Soetomo Surabaya pelayanan Fisioterapi di RSUD seringkali menjumpai atau menangani kasus-kasus yang kompleks sehingga Poli Fisioterapi sangat layak menjadi tempat praktik bagi mahasiswa, termasuk mahasiswa D-IV Fisioterapi Universitas Airlangga, yang ingin belajar dan mengaplikasikan ilmunya. Itu juga yang mendasari dua mahasiswa dari Avans University of Applied Sciences yang berasal dari Belanda yaitu Jaap Caron dan Stef van Rooij untuk Student Inbound melakukan observasi di Poli Fisioterapi RSUD dr. Soetomo. Di sini, mereka dapat menjumpai kasus-kasus yang belum pernah mereka temui di negara asalnya dan menjadi ilmu baru yang dapat mereka bawa saat kembali nantinya.

Dengan adanya Student Inbound melalui kerja sama antara Program Studi D-IV Fisioterapi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga dengan Avans University of Applied Science Belanda, diharapkan dapat menjadi pertukaran ilmu bagi peserta yang mengikutinya maupun orang-orang yang terlibat di sekitarnya sehingga dapat terjalin simbiosis mutualisme di bidang keilmuan fisioterapi dan hubungan yang baik antara insan, universitas maupun hubungan antar negara.